Skip to main content

Memaknai Cinta Bareng B.J Habibie dan Ainun

Pict By Kapanlagi.com
Oleh : Hamdan Ns

“Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup”

Kita mengenal presiden ke 3 republik Indonesia ini sebagai sosok yang tenang dan menyejukkan. Bahkan kita mengenal perjalanan cinta mereka yang diabadikan dalam sebuah film layar lebar, Habibie dan Ainun. Banyak penonton mengakui kisah mereka begitu menginspirasi para pasangan muda agar mengenal siapa yang sedang mereka cintai tersebut. 

Cinta dan kecerdasan yang ada pada sosok Habibie bukanlah hal biasa saja. karena kata beliau sendiri antara cinta dan kecerdasan mesti seimbang. keseimbangan dalam perkara cinta, sungguh mesti kita perhatikan baik-baik. Karena terkadang cinta mampu menenggelamkan seseorang menjadi buta, membawa cinta mereka pada padang yang gelap. 

Namun, ketika seseorang yang sedang dilanda cinta masih punya kecerdasan dalam berpikir, dia akan mampu memilah apa yang seharusnya mereka lakukan. Maka pesan diatas bagi yang sedang dilanda cinta agar tetap cerdaslah. 

Semoga Eyang Habibie tetap sehat selalu. Amiiin.

Comments

Popular posts from this blog

3 Keutamaan Puasa Asyuro di Bulan Muharrom

https://loveinshallah.com

Jokowi Restui Revisi UUD KPK, Ada Apa?

#SaveKPK By ; kompas.com

Senandung Kasih

Pict By ; hipwee.com Berat untuk melepasmu pergi, sayangku Tiada derai senyum manismu Sepilah hati di buatnya Kan kudo'akan sepanjang jalanmu Agar Malaikat selalu hadir menjaga Saat langkah kaki lewati pagar rumah Ketika bekalmu terguncang di jalanan Ku lihat wajah sumringah melekat Terlukis indah di sudut mata Hatiku kosong dan gelisah Lekas aku panjatkan do'a Beratus kali do'a Beribu kali do'a-do'a Tak kenal lelah lidah ini mengucap Tak sehari terlewat terus merindukan Sayangku, Terdengar berita tempatmu pergi Bergetarlah detak jantung berpacu Bagaimana kabarmu ? Sudahkah makan hari ini ? Masihkah nyamuk nakal menggigitmu ? Dan pertanyaan lain menyergap datang Kasihku, Ketika sukses mu telah di raih Pulanglah kembali, Nak Dekap Ibu tua renta termakan usia ini Ibu selalu setia menunggu Hingga napas terakhir Hingga maut menjemput Jangan buang kasih sayang terpinggirkan setulus-tulusnya Ibu merestuimu, Nak Hanya kamu anakku, Terkasih Ruang Kosong Pagi Berkabut H...