Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sastra

Senandung Kasih

Pict By ; hipwee.com Berat untuk melepasmu pergi, sayangku Tiada derai senyum manismu Sepilah hati di buatnya Kan kudo'akan sepanjang jalanmu Agar Malaikat selalu hadir menjaga Saat langkah kaki lewati pagar rumah Ketika bekalmu terguncang di jalanan Ku lihat wajah sumringah melekat Terlukis indah di sudut mata Hatiku kosong dan gelisah Lekas aku panjatkan do'a Beratus kali do'a Beribu kali do'a-do'a Tak kenal lelah lidah ini mengucap Tak sehari terlewat terus merindukan Sayangku, Terdengar berita tempatmu pergi Bergetarlah detak jantung berpacu Bagaimana kabarmu ? Sudahkah makan hari ini ? Masihkah nyamuk nakal menggigitmu ? Dan pertanyaan lain menyergap datang Kasihku, Ketika sukses mu telah di raih Pulanglah kembali, Nak Dekap Ibu tua renta termakan usia ini Ibu selalu setia menunggu Hingga napas terakhir Hingga maut menjemput Jangan buang kasih sayang terpinggirkan setulus-tulusnya Ibu merestuimu, Nak Hanya kamu anakku, Terkasih Ruang Kosong Pagi Berkabut H...

Dewi Keabadian

Jalan terjal terus menanjak Sesekali sapa ramah saat bersua Bawaan penuh sesak Pelangsung Kehidupan larangan yang tersirat Demi anak cucu tercinta Edelweis Bunga putih mekar sepanjang jalan Malu-malu mnyembul di antara semak belukar Vandalisme Musuh bagi keindahan alami Patut untuk di jauhi Dari tangan kotor Sampah Menggantung bergelayutan sela-sela Jangan sampai tertinggal Semakin menjaga Maka semakin dia akan tersenyum simpul Semanis dia Minggu, 01 Januari 2017 Mt. Lawu 3265 mdpl Dingin Sembilu Hamdan Ns

Tentang Ingatan Kepada Tuhan

dream.co.id Takbirku palsu, Tuhan Mengangkatnya dalam kegelisahan Tambatkan tangan di dada Masih dalam kegelisahan Lafadzku palsu, Tuhan Basah lidahku terbaca Kelu menggumam Tiada kebenaran mengiringi Rukukku palsu, Tuhan Buliran air mata Sebatas kebohongan Menipu Insan Sujudku palsu, Tuhan Tergugu dalam kesepian MengingatMu kesyahduan Keraguan membuncah Maghrib Syahdu Hamdan Ns

Duhai Cintaku

Pict By ; cerpenislami.com  Karena malam adalah inspirasi Karena hujan adalah berkah Karena sinar adalah penerang jalan Karena cinta adalah segalanya Merah merona pipi-mu Saatku lukiskan kata pujian Berhamburan lari keluar mencari celah Dan karena cinta adalah nestapa Kebohongan bukanlah sifat terpuji memandangmu tanpa arah Bukanlah kemauanku untuk begitu Dan karena cinta adalah dilema Di rundung gelisah dan sunyi Saat timbul datang tak terduga Yakinlah hanya kamu seorang saja Dan karena cinta adalah kesetian Cintaku bukanlah bayangan Cintaku bukanlah candaan Cintaku bukanlah celaan Cintaku adalah tulus dan sepi Betapa sering mengadu padaNya Banyak yang mudah mencinta dan melupa Betapa sering mengusikNya Cintaku masih saja seperti ini Mencintainya dalam diam Mencintainya dalam sadar Mencintainya dalam kasih Karena cinta akan buat makhluk tak berdaya Relakan benih-benih kebahagian Pasrahkan hati terlantar dalam padang pasir panas perih Rapuh Duhai cintaku Terimalah aku apa adan...

Gemerlap Cahaya Melintas

Ilustrasi, Pict by ;  https://nationalgeographic.grid.id Berpijarlah lebih terang Saat kegelapan menghampiri Lekas jadilah dirimu Senyuman manis disudut bibir Teringat bayangmu terlintas Mampukah kau melihatnya Lubuk hatiku berkata rindu Lidahku kelu tuk berucap Biarlah malam menjadi saksinya Gelisah terbang bersama desir angin Hingga kau di telan kabut kenangan Ruang Kosong 09 Agustus 2019 Hamdan Ns

Mengejar Cinta

By ; DetikLife Larilah, lari cinta Berlari dalam pedih Sembunyikanlah dirimu Dalam gelap malam Takkan ku tutupi walau sejengkal Terlelaplah cinta Aku dirundung nestapa karenamu Kutinggalkan jati diri Bergelimang gelisah Puaskah kau lihat aku Muram durjana Kosong tanpa kehidupan Dipandang hanya sekelebat mata melirik Betapa bodohnya aku Meninggalkan Dia Sang Maha Cinta Rengkuh kembali aku dalam peluk Mu Ya Rabb Kamis, 19 Januari 2017 Ruang Kosong/Bantulan Janti Hamdan Ns

Senja Yang Tertawan

By kompasiana.com Telah ku bawa lari bayang  Bukannya hilang malah terkembang  Seperti aku sekarang Aku tertawan dalam kau  Melepasmu perih di rasa  Biarlah aku melayang  Dalam bayang terkenang  Hingga senja tak tertawan lagi  Ruang kosong  25 Juni 2019

Gejolak Jiwa

Berat tanganku coba kuturuti Padalah hati ini terus berteriak Langkah kaki yang gontai Syahdunya lagu perjuangan Andai kata perintahnya ku ikuti Tiada lah terjadi seperti ini Coba ku ingat kasar kelam Merantau ke tanah seberang Bayang mengambang cepat hilang Menggapai gapai takkan terkena Pada lereng batu hitam di kali Terhempas ilusi Seruan yang di hiraukan Meresapi Betapa hati kecil ku Terpanggil 24/10/2016 Jalanan Sunyi Hamdan Ns

Izinkan Aku Bercinta

Kasihanlah dia yang sujud pada Mu Sekedarnya saja berlalu Alunan lafadz Mu Tidak sampai menggoncang Arasy Langkahku gamang Tidak tentu arahnya Hatiku gelisah Mencari dalam kebimbangan Terpujilah Dia yang telah mencipta Berpasang-pasangan Masyuk dalam bercinta melupakan Mu Pandangku nanar Mungkin pulang jalan terbaik Aku di landa rindu Betapa sakit di rasa Insan mana yang tak cemburu Bercanda dan bercinta setiap saat Sabda Mu di bacai Menangis di paduan Mu Meraung-raung Salahku apa Tuhan Kau sayat aku dengan luka Mungkin aku yang buat luka Sesak terasa dalam jiwa Sembuhkanlah walau sesaat Biar ku hirup segarnya udara Biar ku kecap manisnya madu Biar ku rasa nikmatnya hidup Tuhan Kepada Mu hamba mengabdi Hidup dan mati ku Kepada Mu hamba kembali Jiwa dan raga ku hanya milik Mu Kamis, 23 Februari 2017 Maghrib kelabu Ruang kosong-Bantulan Janti Hamdan Ns

Tanah Air Subur Katanya

Pemandangan Indah http://cobra.weebly.com/limiting-factorscarrying-capacity.html Gusti nu agung Engkau ciptakan kami suatu negeri Tanahnya subur harum baunya Tumbuhannya hijau ragam manfaat Gemah rifah loh jinawi Tiada kelaparan menghantui harusnya Gusti nu agung Engkau ciptakan kami suatu negeri Ramah penduduknya saling mengerti Suku bangsa, bahasa, budaya dan agamanya yang berbeda Tapi tetap satu jua Pertengkaran mestinya tak terjadi Duh Gusti Negeri yang Engkau ciptakan kini Tanahnya bukan milik kami lagi Tiada bisa kami manfaatkan Kerakusan merasuki para petinggi Merana menggigit jari Hasilnya di bawa lari Duh Gusti Negeri yang Engkau ciptakan kini Penduduknya tidak ramah lagi Menghujat satu dengan yang lainnya Tiada mau mengalah Kebenaran di pihaknya saja Ya Gusti nu agung Haruskah Engkau ciptakan negeri lagi Saat agama sebatas kerongkongan Tanpa di sertai perilaku Tiada tempat untuk mengarah Saat agama di jalani perintah Nya Mencela yang la...